Jurnal Teknik Indonesia
Volume 2 Nomor 3 Juli 2023
https://jti.publicascientificsolution.com/index.php/rp
93
PERANCANGAN SEKOLAH LUAR BIASA DI TOMOHON
Herman T. Immanuel
1
, Ferdinan S. R. P. Terok
2
, Freike E. Kawatu
3
Universitas Negeri Manado Kampus UNIMA Tondano
Email: hermanimmanuel04@gmail.com
Abstract
Based on BPS data, 30.7% of people with disabilities do not graduate from school until the secondary
education level. Of course, this is influenced by low access to education. Special School is the main object
in this design. The main focus in the design of SLB this time is based on the category that will be designed
SLB-A (Visually Impaired), SLB-B (Deaf), SLB-C (Disabled), SLB-D (Disabled), and special SLB
Autism as well as supporting facilities such as the management office and share house. In designing this
special school, the theme of Neuroscience Architecture will be applied to the final design of the special
school. Neuroscience Architecture is a theme that carries related branches of neuroscience in an
architectural design. Tomohon City still has a lot of potential including, Tomohon City is known as the
city of Education in the province of North Sulawesi, and still has green land that can be utilized in
designing an educational environment. There are 4 main areas that become the main focus in the design
of SLB including: 1. Building Area, this area contains a mass of buildings such as SLB, Management
Office, and Share House. 2. Circulation Area, an area devoted to being a vehicle and pedestrian
circulation area to reach the building area. 3. Garden Area, 4. Parking Area, devoted to users to park
vehicles both cars and motorbikes. Translated with www.DeepL.com/Translator (free version)
Keywords : Extraordinary school, Neuroscience Architecture, Tomohon City.
Abstrak
Berdasarkan data BPS, terdapat 30,7% penyandang disabilitas tidak tamat sekolah
sampai tingkat pendidikan menengah. Tentunya hal ini dipengaruhi oleh akses pendidikan
yang tergolong rendah. Sekolah Luar Biasa menjadi objek utama dalam perancangan kali ini.
Fokus utama dalam perancangan SLB kali ini berdasarkan kategori yaitu akan dirancang SLB-
A (Tunanetra), SLB-B (Tunarungu), SLB-C (Tunagrahita), SLB-D (Tunadaksa), dan SLB khusus
Autisme serta adanya fasilitas pendukung seperti adanya kantor pengelola dan share house.
Dalam perancangan Sekolah Luar Biasa kali ini, tema Arsitektur Neurosains / Neuroscience
Architecture akan diterapkan pada hasil akhir desain Sekolah Luar Biasa. Arsitektur
Neurosains / Neuroscience Architecture merupakan sebuah tema yang mengusung terkait
cabang ilmu saraf dalam sebuah perancangan arsitektur. Kota Tomohon masih memiliki
banyak potensi diantaranya, kota tomohon dikenal dengan kota Pendidikan di provinsi
Sulawesi utara, serta masih memiliki lahan hijau dapat dimanfaatkan dalam merancang
sebuah lingkungan Pendidikan. Didapatkan 4 area utama yang menjadi fokus utama dalam
perancangan SLB diantara: 1. Area Bangunan, area ini berisi massa bangunan seperti SLB,
Kantor Pengelola, dan Share House. 2. Area Sirkulasi, area yang dikhususkan untuk menjadi
area sirkulasi kendaraan serta pejalan kaki untuk mencapai area bangunan. 3. Area Taman, 4.
Area Parkir, dikhususkan bagi pengguna untuk memarkir kendaraan baik itu mobil maupun
motor.
Kata Kunci: Sekolah Luar Biasa (SLB), Arsitektur Neurosains, Kota Tomohon.
Corresponding Author;
Herman T. Immanue
E-mail:
hermanimmanuel04@gmail.com