Usulan Strategi Peningkatan Kesadaran Merek yang Memengaruhi Keputusan Pembelian pada Wakeytiam
DOI:
https://doi.org/10.58860/jti.v5i3.871Keywords:
eWOM, Keputusan Pembelian, Kesadaran Merek, PLS-SEM, Promosi Media SosialAbstract
Salah satu bidang usaha dengan potensi besar, khususnya di wilayah Gading Serpong dan sekitarnya, adalah industri makanan dan minuman. Dalam persaingan yang semakin ketat ini, kedai kopitiam yang bernama Wakeytiam menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing serta pencapaian target penjualan. Berdasarkan studi pendahuluan, diketahui bahwa permasalahan utama yang dihadapi Wakeytiam terletak pada rendahnya tingkat kesadaran merek konsumen. Rendahnya kesadaran merek ini berpotensi memengaruhi keputusan pembelian konsumen secara signifikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan strategi peningkatan kesadaran merek yang berdampak terhadap keputusan pembelian. Model penelitian dikembangkan berdasarkan studi terdahulu dan divalidasi melalui hasil studi awal. Tiga variabel independen yang dianalisis adalah promosi media sosial, firm generated content (FGC), dan electronic word of mouth (eWOM), dengan kesadaran merek sebagai variabel mediasi, serta keputusan pembelian sebagai variabel dependen. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner online menggunakan Google Form dengan metode purposive sampling dan berhasil memperoleh 129 responden yang sesuai dengan kriteria penelitian. Data kemudian diolah menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel memiliki pengaruh signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan menjadi dasar usulan strategi pemasaran yang dapat diterapkan Wakeytiam untuk meningkatkan daya saingnya di pasar. Usulan perbaikan bagi Wakeytiam meliputi peningkatan kualitas konten melalui tim kreatif, kolaborasi dengan micro-influencer untuk kampanye digital, optimalisasi interaksi dan informasi di media sosial, serta strategi pengelolaan ulasan pelanggan melalui insentif dan respons eWOM yang lebih efektif.



