Dari Kopi untuk Konstruksi: Paving Block Limbah Ampas Kopi dengan Standar SNI 03-0691-1996 sebagai Solusi Trotoar Kota Ramah Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.58860/jti.v5i3.880Keywords:
Ampas Kopi, Paving Block, Kuat Tekan, Substitusi Semen, Ramah LingkunganAbstract
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik terjadi peningkatan produksi kopi sebesar 6% dari tahun 2019-2021, Provinsi Sumatera Selatan menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan produksi terbanyak di Indonesia. Produk dari bubuk kopi yang telah diseduh berupa ampas kopi yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan seperti beberapa zat kimia beracun seperti alkaloid, tanin, polipenolik yang menyebabkan lingkungan lebih sulit mendegradasi material organik secara biologi, pencemaran air, dan kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Cv. Anugrah Pertiwi dan SMA Negeri 1 Palembang, pengujian dilakukan terhadap paving block yang memiliki persentase ampas kopi 0%, 3%, dan 5% dari total semen dengan menggunakan Compression testing machine (CTM). Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode destructive test. Hasil temuan pada penelitian ini yaitu adanya peningkatan kuat tekan paving block pada persentase 3% (16,37 MPa) yang sudah memenuhi standar SNI 03-0691-1996 jika dibandingkan persentase 0% (15,03 MPa), pada persentase 5% terjadi penurunan menjadi 13,34. Selain itu ampas kopi sebagai substitutor semen juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui penyerapan ampas kopi sebesar 77,6%, hal tersebut memenuhi target daripada Peraturan Presiden Nomor 97 tahun 2017.



