Analisis Life Cycle Cost (LCC) Mesin Diesel pada PLTD Tenau Kupang untuk Evaluasi Efisiensi Biaya dan Manajemen Operasional

Authors

  • Dwi Murdani Institut Teknologi PLN
  • Edy Susanto Institut Teknologi PLN

DOI:

https://doi.org/10.58860/jti.v5i3.890

Keywords:

Life Cycle Cost, Mesin Diesel, PLTD, Efisiensi Operasional

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) masih menjadi komponen penting dalam penyediaan energi listrik, khususnya di wilayah kepulauan dengan keterbatasan infrastruktur transmisi. Namun, tingginya biaya bahan bakar, pemeliharaan, dan penurunan efisiensi mesin akibat umur operasi menjadi tantangan utama dalam pengelolaan PLTD secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Life Cycle Cost (LCC) mesin diesel pada PLTD Tenau Kupang serta mengevaluasi faktor yang memengaruhi efisiensi biaya operasional pembangkit. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis LCC berdasarkan data operasional aktual periode 2020–2025 yang mencakup jam operasi mesin, konsumsi bahan bakar, produksi energi listrik, biaya pemeliharaan, dan parameter efisiensi Specific Fuel Consumption (SFC). Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan harga bahan bakar, efisiensi mesin, tingkat diskonto, dan biaya overhaul terhadap total biaya siklus hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total LCC tiga unit mesin diesel PLTD Tenau Kupang mencapai sekitar Rp31,55 miliar. Mesin Caterpillar memiliki kontribusi LCC terbesar sebesar 59,2%, sedangkan biaya bahan bakar menjadi komponen dominan pada mesin MAK dengan kontribusi sekitar 47–51%. Perubahan harga bahan bakar dan nilai SFC terbukti menjadi faktor paling sensitif terhadap perubahan nilai LCC. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan efisiensi bahan bakar, optimalisasi pembebanan mesin, dan penerapan pemeliharaan berbasis kondisi menjadi strategi utama dalam menekan biaya siklus hidup PLTD.

Downloads

Published

2026-07-31