Evaluasi Korelasional Kondisi Termal Tiga Konfigurasi Koridor dengan Unit Indoor pada Rusunawa Berventilasi Alami Tropis Lembab
DOI:
https://doi.org/10.58860/jti.v5i3.912Keywords:
Analisis Korelasional, Koridor Agregat, Buffer Zone, Iklim Tropis Lembab, Rusunawa, Ventilasi Alami.Abstract
Konfigurasi koridor pada rusunawa berventilasi alami memiliki pola hubungan yang berbeda dengan kondisi termal unit indoor. Penelitian ini mengevaluasi hubungan korelasional antara kondisi termal koridor agregat dengan kondisi unit indoor, meliputi suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin, pada tiga rusunawa di Surabaya. Ketiga objek mewakili konfigurasi koridor single-loaded (Urip Sumoharjo), double-loaded (Keputih), dan twin-block indoor (Penjaringan Sari 3). Pengukuran lapangan dilakukan secara simultan pada zona outdoor, koridor, dan indoor pada 7 unit dalam empat sesi harian selama tiga hari per lokasi. Pengukuran difokuskan pada lantai 3 untuk menjaga kesetaraan komparatif antar tipologi. Sebelum analisis korelasi, dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji linieritas. Analisis korelasi Pearson (r) digunakan untuk membaca arah dan kekuatan hubungan antara kondisi koridor dan kondisi indoor. Hasil menunjukkan bahwa koridor single-loaded memiliki hubungan kelembaban paling kuat dan paling konsisten dengan unit indoor (r= 0,851 sampai 0,954) serta hubungan suhu udara kuat pada unit berorientasi timur (r = 0,848). Koridor twin-block menunjukkan korelasi suhu udara outdoor-koridor tertinggi (r= 0,714) dengan hubungan koridor agregat-unit sedang hingga kuat (r = 0,557 sampai 0,775). Koridor double-loaded menunjukkan hubungan suhu udara koridor agregat-unit paling lemah (r = 0,008 sampai 0,369). Korelasi kecepatan angin koridor agregat-unit mendekati nol pada semua tipologi (r = -0,189 sampai 0,135), sehingga kecepatan angin koridor tidak dapat digunakan untuk memprediksi langsung kecepatan angin unit indoor. Temuan ini menegaskan bahwa konfigurasi koridor berkaitan dengan kondisi termal unit secara berbeda pada setiap parameter, tetapi analisis agregat belum memisahkan kedekatan spasial antara titik koridor dan unit tertentu.



