Stabilitas Bendungan Tiga Dihaji (Tipe Zona) Berdasarkan Nilai Sudut Geser dan Kohesi (c) Hasil Uji Geser Langsung Skala Penuh (1:1) di Lapangan
DOI:
https://doi.org/10.58860/jti.v5i4.920Keywords:
Urugan tipe Zona, Material Acak, Kuat Geser, Sudut Geser, Kohesi, StabilitasAbstract
Bendungan Tiga Dihaji merupakan tipe urugan zona yang terdiri dari bendungan utama dan koferdam yang menjadi satu kesatuan bendungan, tersusun atas inti lempung vertikal, filter, transisi, dan urugan batu. Parameter stabilitas bendungan yang dibutuhkan adalah kuat geser yang dinyatakan dengan sudut geser dalam dan kohesi (c) yang diperoleh dari uji triaxial atau uji geser langsung. Material acak dengan penyusun yang bervariasi menyebabkan hasil uji geser langsung skala kecil di laboratorium tidak mencerminkan kuat geser sebenarnya, karena butir berukuran besar tidak dapat disertakan dalam pengujian. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan tersebut dengan menggunakan uji geser langsung skala penuh (1:1) di lapangan yang mampu mengakomodasi partikel berukuran besar. Dari hasil pengujian geser langsung ukuran skala besar didapatkan nilai sudut geser sebesar 41,8° dan nilai kohesi (c) nol. Nilai Faktor Keamanan Tanpa Gempa (Analisis Statis) dari berbagai kondisi memenuhi kriteria yang dipersyaratkan (FK > 1,5), sehingga tidak perlu perubahan geometri. Dilanjutkan dengan analisis stabilitas dinamik dengan metode koefisien gempa termodifikasi/OBE 145 tahun. Nilai Faktor Keamanan (Analisis Stabilitas Dinamik dengan metode koefisien gempa termodifikasi) OBE 145 tahun (FK > 1,2) sehingga tidak perlu perubahan geometri. Dilanjutkan dengan analisis stabilitas dinamik dengan metode koefisien gempa termodifikasi/MDE 10.000 tahun. Nilai Faktor Keamanan MDE 10.000 tahun hanya pada kondisi after construction yang memenuhi persyaratan, sedangkan pada kondisi Muka Air Normal (Normal Water Level), Surut Cepat (Rapid Draw Down), dan Muka Air Banjir (High Water Level) nilai Faktor Keamanan tidak memenuhi persyaratan (FK < 1), sehingga dilanjutkan dengan analisis alihan tetap dengan cara Makdisi-Seed (Alihan < 0,5 tinggi jagaan).




